Bahagia kuadrat bisa berarti berlipat ganda. Satu, bahagia karena kamu udah kerja, sukses, dan kerasa hasilnya. Dua, temen kamu bahagia dan kamu turut merasakan kebahagiaannya meskipun tidak mendapat apa-apa. Untuk yang pertama mungkin biasa ya. Tapi jarang-jarang saya merasakan yang kedua. Entahlah. Yang jelas, hari ini seorang teman mempertemukan saya dengan serombongan teman lain. Mempertemukan dengan keyakinan sebuah keahlian yang jarang dipandang orang. Kebahagiaan lainnya mungkin juga tercipta dari lingkaran perkawanan ini. Sebuah celetukan mengenai dua orang yang terangkai oleh kecerdasan dan kelucuan. Dan hari ini kami bertemu dalam bingkai yang berbeda. Dan salah satu dari mereka tertawa, ketika saya mempertanyakan mengapa gambar mereka sekarang dibingkai dalam ruang berbeda. Meski sebenarnya, satu orang lainnya, merangkul tangan yang hampir serupa. Itu cinta. Tak bisa dibohongi, gambarnya masih menyisakan jejak serupa.
Ngerti artinya oportunis? Kalo kita buka kamus Merriam Webster, dikatakan oportunis itu... "seseorang yang memanfaatkan kesempatan tanpa terlalu mengindahkan prinsip dan konsekuensi" Yah, kurang lebih saya juga berfikir hal yang sama. Sampai suatu hari, saya menemukan sebuah buku. Penulisnya Albert Mensah. Judulnya? Cari sendiri Ia mengatakan hal lain mengenai oportunis... "Seseorang yang tahu bahwa ada banyak kesempatan di mana-mana untuk membuat impiannya menjadi kenyataan" Dua definisi tersebut berasal dari kata yang sama. Tapi kesan yang diberikan mampu membuat orang yang membacanya menjadi orang yang berbeda. Begitulah... " Semua orang bisa melihat, tapi berapa yang memperhatikan" "Masalah bagi satu orang, bisa jadi adalah kesempatan" Jujur, saya aslinya ga terlalu suka dengan motivator. Tak jarang, untuk menjadi positif, orang dengan hati-hati memilih untuk tidak memasuki ruang gelap hati manusia yang memungkinkan m...
Comments
Post a Comment